AC Milan gagal mengamankan hasil maksimal saat menghadapi Genoa dalam laga yang berakhir dengan drama di menit-menit akhir. Pertandingan yang semula berada dalam kendali Rossoneri justru berujung pada hasil yang memberi keuntungan besar bagi rival sekota mereka, Inter Milan, dalam persaingan papan atas klasemen.
Sejak awal laga, Milan tampil dominan dengan penguasaan bola dan intensitas permainan tinggi. Serangan dibangun secara rapi dari lini tengah, sementara Genoa lebih memilih bermain disiplin dan menunggu celah lewat serangan balik. Beberapa peluang berhasil diciptakan Milan, namun efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi kendala.
Keunggulan Milan akhirnya tercipta di babak kedua melalui skema serangan yang memanfaatkan kelengahan pertahanan Genoa. Gol tersebut membuat Rossoneri terlihat lebih percaya diri dan berusaha mengontrol tempo permainan. Genoa, meski tertinggal, tidak kehilangan fokus dan tetap bermain sabar.
Memasuki menit-menit akhir, Milan justru mulai menurunkan intensitas. Situasi ini dimanfaatkan Genoa untuk meningkatkan tekanan. Serangan demi serangan dilancarkan, terutama melalui bola mati dan duel-duel fisik di kotak penalti.
Drama terjadi di penghujung pertandingan ketika Genoa berhasil mencetak gol penyeimbang. Gol tersebut sontak mengubah atmosfer stadion dan memupus harapan Milan untuk meraih tiga poin penuh. Para pemain Rossoneri terlihat terpukul, menyadari kemenangan yang sudah di depan mata sirna di detik terakhir.
Hasil imbang ini berdampak besar pada persaingan klasemen. Kehilangan dua poin membuat posisi Milan terancam, sementara Inter Milan justru diuntungkan karena jarak poin semakin melebar atau peluang merebut puncak semakin terbuka.
Akhir dramatis di laga ini menjadi pengingat pentingnya menjaga konsentrasi hingga peluit akhir. Bagi Milan, hasil ini terasa pahit. Namun bagi Inter Milan, malam ini menjadi momen menguntungkan tanpa harus turun ke lapangan.
