SEMARANG – Misteri hilangnya Mozza Axillia Gunarsa akhirnya terungkap setelah lebih dari satu tahun. Gadis asal Kabupaten Semarang itu ditemukan telah meninggal dunia dan tinggal kerangka di dalam karung di jurang Jalan Tol Jangli, Kota Semarang.
Polisi kemudian menangkap seorang pria berinisial MDVA atau Mahendra Very Dwi Anggara (22), warga Blora, yang diduga menjadi pelaku pembunuhan. Penangkapan tersebut menjadi titik balik dalam pengungkapan kasus yang sebelumnya sempat menemui jalan buntu.
Mozza Dilaporkan Hilang Sejak Juni 2025
Mozza dilaporkan hilang setelah meninggalkan rumah pada Juni 2025. Kepada keluarganya, Mozza sempat berpamitan untuk mengantar temannya mengembalikan laptop.
Namun, setelah itu Mozza tidak kembali ke rumah. Keluarga kemudian melaporkan hilangnya korban dan pencarian dilakukan selama berbulan-bulan.
Polisi mengakui penyelidikan kasus orang hilang tersebut berlangsung cukup lama karena minimnya petunjuk yang dapat mengarah kepada keberadaan korban.
Petunjuk Muncul dari Perangkat Elektronik
Setelah sekitar satu tahun, penyelidikan mendapatkan titik terang dari perangkat elektronik milik Mozza.
Orang tua korban menemukan bahwa akun media sosial Mozza masih terhubung dengan salah satu perangkat yang mereka miliki. Informasi digital tersebut kemudian ditelusuri penyidik.
Dari penelusuran itu, polisi mendapatkan petunjuk mengenai seorang pria yang diketahui pernah bertemu dengan Mozza sebelum korban menghilang. Pria tersebut kemudian menjadi salah satu fokus penyelidikan.
Polisi Memburu Teman Dekat Korban
Penyelidikan mengarah kepada pria berinisial MDVA, yang diketahui pernah tinggal di sebuah rumah kos di kawasan Jalan Sriwijaya, Semarang.
Meski pria tersebut sudah tidak berada di tempat kosnya, polisi terus mencari informasi mengenai keberadaannya melalui sejumlah orang yang mengenalnya.
Penyidik akhirnya mengetahui bahwa pria tersebut berada di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Polisi kemudian melakukan penangkapan pada Kamis, 3 September 2026.
Pelaku Mengaku Membunuh Mozza
Dalam pemeriksaan, polisi memperoleh pengakuan dari tersangka mengenai keberadaan korban.
Menurut keterangan penyidik, pembunuhan terjadi pada 25 Juni 2025. Mozza disebut dibunuh di sebuah kamar kos di kawasan Jalan Sriwijaya, Kota Semarang.
Polisi menyebut pembunuhan tersebut diduga terjadi setelah korban dan tersangka terlibat cekcok yang berkaitan dengan persoalan kecemburuan.
Jasad Dimasukkan ke Dalam Karung
Setelah korban meninggal dunia, tersangka mengaku memasukkan jasad Mozza ke dalam karung.
Jasad tersebut kemudian dibawa menggunakan sepeda motor dan dibuang di kawasan jurang di sekitar Jalan Tol Jangli, Kota Semarang.
Lokasi tersebut menjadi tempat jasad korban disembunyikan selama lebih dari satu tahun.
Kerangka Ditemukan di Jurang Tol Jangli
Berdasarkan pengakuan tersangka, polisi kemudian mendatangi lokasi yang ditunjukkan.
Pada Jumat, 4 September 2026, petugas menemukan sisa kerangka manusia di lereng atau jurang kawasan Tol Jangli. Kerangka tersebut ditemukan bersama sejumlah kain dan kemudian dievakuasi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi selanjutnya membawa sisa kerangka ke RS Bhayangkara untuk proses identifikasi dan pemeriksaan forensik.
Identitas Korban Diperkuat dengan Pemeriksaan Forensik
Sebelum identitas korban dipastikan secara ilmiah, polisi mencocokkan sejumlah ciri yang ditemukan dengan informasi mengenai Mozza.
Ciri pakaian dan tinggi badan disebut sesuai dengan korban yang selama ini dilaporkan hilang. Namun, polisi tetap melakukan pemeriksaan DNA untuk memastikan identitas secara forensik.
Tersangka Berusaha Menghilangkan Jejak
Penyidik juga menemukan dugaan upaya tersangka untuk menghilangkan jejak setelah pembunuhan.
Menurut laporan penyelidikan, tersangka sempat menjual sepeda motor dan sejumlah barang milik korban. Langkah tersebut diduga dilakukan untuk menyamarkan keberadaan korban dan menghilangkan barang bukti.
Ditangkap Saat Menonton Voli
Penangkapan tersangka berlangsung di Kabupaten Blora.
Menurut laporan detikJateng, pria tersebut diamankan polisi ketika sedang menonton pertandingan voli. Ia disebut tidak melakukan perlawanan saat petugas melakukan penangkapan.
Setelah ditangkap, tersangka dibawa ke Semarang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan kemudian ditahan oleh penyidik.
Kasus Masih Terus Didalami
Terungkapnya kasus ini akhirnya menjawab teka-teki hilangnya Mozza selama lebih dari satu tahun. Polisi kini masih mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk motif pembunuhan dan upaya tersangka menghilangkan jejak.
Tersangka telah ditangkap dan ditahan untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi juga terus mengumpulkan bukti-bukti untuk melengkapi penyidikan kasus tersebut.
Kasus Mozza menjadi pengingat bahwa laporan orang hilang dapat membutuhkan waktu panjang untuk diungkap, terutama ketika minimnya petunjuk membuat penyelidikan menghadapi berbagai kendala. Dalam kasus ini, petunjuk digital dari perangkat korban akhirnya membantu polisi menemukan titik terang hingga mengungkap keberadaan korban.
baca berita viral terbaru lainnya disini
