Nama Tasya Farasya kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Beauty influencer ternama Indonesia ini disebut-sebut “membongkar” trik marketing yang kerap digunakan sebagian kreator di TikTok. Pernyataannya pun memicu gelombang pro dan kontra di kalangan netizen.
Apa yang Dibongkar?
Dalam sebuah konten yang beredar luas, Tasya membahas strategi pemasaran yang dinilai kurang transparan. Ia menyinggung praktik seperti penggunaan klaim berlebihan, skenario review yang sudah diatur, hingga teknik membangun urgensi palsu agar produk cepat laku.
Menurutnya, sebagai kreator maupun influencer, penting untuk menjaga kejujuran dan kredibilitas. Terlebih, banyak pengikut yang menjadikan review sebagai acuan sebelum membeli suatu produk.
Dukungan: Transparansi Itu Penting
Sebagian netizen mendukung pernyataan Tasya. Mereka menilai langkah tersebut sebagai bentuk edukasi bagi audiens agar lebih kritis terhadap konten promosi di media sosial.
Transparansi dianggap krusial dalam industri digital marketing. Dengan semakin maraknya live selling dan affiliate marketing di TikTok, kepercayaan audiens menjadi aset utama. Jika kredibilitas rusak, dampaknya bisa panjang bagi reputasi kreator.
Kritik: Dinilai Terlalu Generalisasi
Namun, tak sedikit pula yang menilai pernyataan tersebut terlalu menggeneralisasi. Beberapa kreator merasa tidak semua strategi marketing bisa dianggap manipulatif. Dalam dunia pemasaran, teknik membangun urgensi atau storytelling memang lazim digunakan.
Ada pula yang menilai pernyataan tersebut berpotensi memicu persaingan tidak sehat antar kreator.
Fenomena Marketing di Era TikTok
Platform TikTok memang mengubah wajah pemasaran digital. Konten singkat, algoritma yang cepat viral, serta fitur live shopping membuat produk bisa terjual dalam hitungan menit.
Namun, di balik peluang besar tersebut, muncul tantangan etika. Batas antara promosi kreatif dan klaim berlebihan menjadi isu yang kerap diperdebatkan.
Refleksi untuk Kreator & Audiens
Kontroversi ini membuka diskusi lebih luas: seberapa penting etika dalam digital marketing? Bagi kreator, menjaga kepercayaan adalah investasi jangka panjang. Sementara bagi audiens, penting untuk tetap kritis dan tidak mudah terpengaruh hype.
Terlepas dari pro dan kontra, pernyataan Tasya Farasya berhasil memantik percakapan penting tentang transparansi, integritas, dan tanggung jawab di era media sosial yang serba cepat.
baca berita viral lainnya disini
