Tanggal 20 Februari menjadi salah satu catatan kelam dalam sejarah bencana alam Indonesia. Di kawasan Dataran Tinggi Dieng, semburan gas beracun dari aktivitas vulkanik menewaskan 149 orang dan meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat sekitar.
Kronologi Singkat Kejadian
Peristiwa tragis ini terjadi pada 20 Februari 1979, ketika gas beracun berupa karbon dioksida (CO₂) keluar dari kawah di sekitar kawasan vulkanik Dieng. Gas tersebut menyebar ke pemukiman warga di sekitar Desa Kepucukan, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara.
Karena sifat karbon dioksida yang lebih berat dari udara, gas ini mengendap di dataran rendah dan sulit terdeteksi secara kasat mata. Banyak warga yang saat itu sedang beraktivitas tidak menyadari bahaya yang mengancam. Dalam waktu singkat, ratusan orang mengalami sesak napas, pingsan, dan akhirnya meninggal dunia.
Penyebab dan Karakter Gas Beracun
Dieng memang dikenal sebagai kawasan vulkanik aktif dengan banyak kawah dan aktivitas geotermal. Salah satu kawah yang berkaitan dengan tragedi ini adalah Kawah Sinila, yang saat itu mengalami peningkatan aktivitas.
Gas karbon dioksida yang keluar dalam konsentrasi tinggi sangat berbahaya karena menggantikan oksigen di udara. Tanpa oksigen yang cukup, manusia dapat kehilangan kesadaran hanya dalam hitungan menit. Karena gas ini tidak berwarna dan tidak berbau, masyarakat sulit menyadari ancamannya.
Dampak dan Pelajaran Penting
Tragedi ini menjadi salah satu bencana gas beracun terbesar dalam sejarah Indonesia. Pemerintah kemudian meningkatkan sistem pemantauan aktivitas vulkanik di kawasan Dieng. Evakuasi dan edukasi masyarakat mengenai bahaya gas vulkanik juga mulai digencarkan.
Sejak peristiwa tersebut, kawasan Dieng mendapat perhatian khusus dari otoritas kebencanaan dan vulkanologi untuk meminimalkan risiko serupa di masa depan. Sistem peringatan dini serta pembatasan aktivitas di sekitar kawah aktif menjadi langkah penting dalam upaya mitigasi.
Refleksi Sejarah
Peristiwa 20 Februari 1979 bukan hanya sekadar angka korban jiwa, tetapi pengingat bahwa Indonesia sebagai negara cincin api memiliki potensi bencana yang selalu harus diwaspadai. Tragedi ini mengajarkan pentingnya kesiapsiagaan, edukasi, dan sistem peringatan dini demi melindungi masyarakat dari ancaman alam yang tak terlihat.
Hingga kini, Dataran Tinggi Dieng tetap menjadi destinasi wisata populer. Namun di balik keindahannya, tersimpan sejarah kelam yang tak boleh dilupakan.
BACA BERITA UPDATE LAINNYA DISINI
