BeritaIN - Sumber Berita Viral Terbaru Setiap Hari
  • Home
  • Business
    • Internet
    • Market
    • Stock
  • Parent Category
    • Child Category 1
      • Sub Child Category 1
      • Sub Child Category 2
      • Sub Child Category 3
    • Child Category 2
    • Child Category 3
    • Child Category 4
  • Featured
  • Health
    • Childcare
    • Doctors
  • Home
  • Business
    • Internet
    • Market
    • Stock
  • Downloads
    • Dvd
    • Games
    • Software
      • Office
  • Parent Category
    • Child Category 1
      • Sub Child Category 1
      • Sub Child Category 2
      • Sub Child Category 3
    • Child Category 2
    • Child Category 3
    • Child Category 4
  • Featured
  • Health
    • Childcare
    • Doctors
  • Uncategorized

Sabtu, 31 Mei 2025

PSG vs Inter Milan – Final Liga Champions UEFA 2025: Laga Penentuan Sang Raja Eropa!

 Mei 31, 2025     Berita Bola, Olahraga   

 


Minggu, 01 Juni 2025 | Pukul 02.00 WIB | Disiarkan oleh BOLA88

Pertarungan sengit dua raksasa Eropa akan segera terjadi! Paris Saint-Germain (PSG) akan menghadapi Inter Milan dalam laga Final Liga Champions UEFA 2025 yang digelar pada Minggu, 1 Juni 2025 pukul 02.00 WIB. Kedua tim datang dengan semangat tinggi dan kekuatan penuh untuk merebut tahta tertinggi kompetisi antarklub Eropa ini.


Duel Klasik Modern: Serangan Cepat vs Disiplin Taktis

PSG dikenal dengan gaya permainan agresif dan serangan cepat dari lini depan. Di bawah arahan pelatih baru mereka, Les Parisiens semakin matang dalam menyeimbangkan kreativitas dan efektivitas. Dengan bintang muda seperti penyerang nomor 10 yang tampil gemilang sepanjang turnamen, PSG berharap meraih trofi pertama Liga Champions dalam sejarah klub mereka.

Sementara itu, Inter Milan datang dengan mental juara dan pertahanan kokoh khas sepak bola Italia. Diperkuat oleh kapten veteran nomor 15 yang tampil luar biasa sepanjang musim, Inter mengandalkan kerja sama tim dan transisi cepat dari bertahan ke menyerang. Kombinasi pengalaman dan kedisiplinan menjadikan Nerazzurri lawan yang sangat berbahaya.


 Head to Head & Statistik Menarik

  • PSG belum pernah menjuarai Liga Champions, meskipun tampil di final pada 2020.

  • Inter Milan sudah mengoleksi 3 gelar Liga Champions, terakhir pada 2010.

  • Kedua tim memiliki rekor mencetak gol tinggi di fase gugur musim ini.

  • Pemain kunci dari kedua tim sama-sama masuk dalam daftar top assist dan top scorer Liga Champions musim 2024/2025.


 Saksikan Langsung di BOLA88 – Platform Resmi Pecinta Bola Sejati

Jangan lewatkan siaran langsung pertandingan epik ini di BOLA88 – satu-satunya platform yang menyajikan pertandingan lengkap, ulasan analisis, highlight eksklusif, serta prediksi skor dari para pakar.

Bersiaplah! Final ini bukan sekadar pertandingan. Ini adalah pertarungan untuk kejayaan, sejarah, dan kehormatan!


📅 Tanggal: Minggu, 01 Juni 2025
⏰ Pukul: 02.00 WIB
📍 Platform: [BOLA88 - Champions Official Partner]


Ingin prediksi, statistik, dan info lineup langsung sebelum kick-off?
Kunjungi Bola88 Sekarang!

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Minggu, 11 Mei 2025

Southampton Tahan Imbang Manchester City, Laga Tanpa Gol di St Mary’s

 Mei 11, 2025     Berita Bola, Olahraga   

 

Pertandingan antara Southampton dan Manchester City dalam lanjutan Premier League 2024/2025 berakhir tanpa pemenang. Bermain di St Mary’s Stadium, kedua tim harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 0-0.


City Dominan, Tapi Buntu di Depan Gawang

Manchester City mendominasi penguasaan bola sepanjang pertandingan, namun lini belakang Southampton tampil sangat disiplin. Meskipun Erling Haaland dan Kevin De Bruyne beberapa kali menciptakan peluang, tak satu pun yang berhasil mengoyak gawang tuan rumah.


Southampton Solid, Ederson Nyaris Tanpa Ancaman

Di sisi lain, Southampton yang tampil sebagai underdog memilih bermain dengan pendekatan defensif yang rapi. Meski sesekali melancarkan serangan balik, mereka tak banyak memberikan ancaman berarti ke gawang City. Ederson menjalani malam yang cukup tenang.


Hasil Imbang yang Mengejutkan


Hasil ini cukup mengejutkan banyak pihak, mengingat City adalah salah satu kandidat juara. Tambahan satu poin ini bisa berdampak pada posisi mereka di klasemen, apalagi jika rival-rival terdekat berhasil meraih kemenangan.


Apa Selanjutnya?

City perlu segera kembali ke jalur kemenangan jika ingin mempertahankan peluang juara. Sementara Southampton bisa menjadikan hasil ini sebagai modal kepercayaan diri untuk laga-laga berikutnya.

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Firza Andika Resmi Tinggalkan Persija: Perpisahan Manis Usai Hajar Bali United 3-0

 Mei 11, 2025     Berita Bola, Olahraga   

 

Laga Persija Jakarta melawan Bali United diwarnai dengan momen manis dan pahit sekaligus. Kemenangan telak 3-0 di kandang menjadi penutup sempurna musim ini, sekaligus momen perpisahan Firza Andika yang resmi meninggalkan Macan Kemayoran.


Konfirmasi Kepergian

Melalui pernyataan resmi klub dan unggahan pribadi di media sosial, Firza Andika mengonfirmasi bahwa pertandingan melawan Bali United adalah laga terakhirnya bersama Persija Jakarta. Bek kiri berusia 25 tahun itu mengaku berat meninggalkan tim yang sudah ia bela sejak 2022, namun ia siap melangkah ke tantangan baru.


Perpisahan dengan Kemenangan Telak


Persija tampil superior saat menjamu Bali United. Firza tampil solid di sektor pertahanan dan turut berkontribusi dalam proses serangan balik cepat yang berujung gol kedua Persija. Laga berakhir dengan skor 3-0, dan Firza mendapat standing ovation saat ditarik keluar lapangan.


Ucapan Emosional dan Terima Kasih

Dalam pernyataannya, Firza mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran tim, pelatih, rekan-rekan, dan suporter Jakmania yang selalu memberikan dukungan. Ia menyebut Persija sebagai rumah yang membesarkan namanya.


Kemana Firza Akan Berlabuh?

Hingga kini belum ada konfirmasi soal klub baru Firza Andika. Namun, rumor beredar bahwa ia akan mencoba tantangan bermain di luar negeri, atau memperkuat klub Liga 1 lainnya yang tengah membangun kekuatan untuk musim baru.



Firza Andika mungkin telah mengakhiri kisahnya bersama Persija Jakarta, tapi kontribusinya akan selalu dikenang oleh Jakmania. Kini, semua mata tertuju ke mana langkah berikutnya akan membawa salah satu bek kiri terbaik Indonesia ini.


Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Lazio dan Juventus Berbagi Poin, Duel Ketat Berakhir 1-1 di Olimpico

 Mei 11, 2025     Berita Bola, Olahraga   

 

Pertandingan seru tersaji di Stadio Olimpico saat Lazio menjamu Juventus dalam lanjutan Serie A 2024/2025. Kedua tim harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 1-1 dalam laga yang berlangsung ketat dan penuh tensi.


Babak Pertama: Juventus Unggul Lebih Dulu

Juventus tampil agresif sejak awal laga. Tekanan mereka membuahkan hasil di menit ke-27 ketika striker andalan mereka berhasil memanfaatkan bola liar di kotak penalti. Gol tersebut membuat Bianconeri memimpin 1-0 dan semakin percaya diri mengendalikan permainan.


Babak Kedua: Lazio Bangkit, Gol Penyeimbang Tercipta

Lazio tidak tinggal diam. Di babak kedua, tim asuhan Maurizio Sarri meningkatkan intensitas serangan mereka. Upaya keras itu terbayar pada menit ke-68 ketika gelandang Lazio melepaskan tembakan akurat dari luar kotak penalti dan mengubah skor menjadi 1-1.


Drama Jelang Akhir Pertandingan


Menjelang peluit akhir, kedua tim sama-sama memiliki peluang emas untuk mencetak gol kemenangan, namun penyelesaian akhir dan penampilan solid dua kiper menjadi penghalang. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.


Klasemen dan Implikasi

Hasil ini membuat kedua tim tetap bersaing ketat di papan atas klasemen sementara Serie A. Lazio mempertahankan tren tak terkalahkan di kandang, sementara Juventus harus bekerja keras menjaga asa juara musim ini.


Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Sabtu, 10 Mei 2025

Xabi Alonso Resmi Pamit dari Bayer Leverkusen, Bakal Latih Real Madrid?

 Mei 10, 2025     Berita Bola, Olahraga   

 

Kabar mengejutkan datang dari Bundesliga. Xabi Alonso, pelatih muda yang tengah naik daun, resmi mengumumkan perpisahannya dengan Bayer Leverkusen. Setelah membawa klub itu ke puncak performa dan memecahkan banyak rekor musim ini, Alonso memilih untuk menutup lembaran indahnya di Jerman.

Keputusan ini tentu langsung memantik spekulasi: apakah Xabi Alonso akan kembali ke Santiago Bernabéu sebagai pelatih kepala Real Madrid?


Performa Gemilang Bersama Leverkusen

Selama menukangi Bayer Leverkusen, Alonso berhasil mengubah wajah tim menjadi kekuatan menakutkan di Jerman dan Eropa. Gaya main atraktif, dominasi penguasaan bola, dan fleksibilitas taktik menjadikan Leverkusen sebagai tim yang disegani. Bahkan, di musim ini mereka sempat tak terkalahkan dalam belasan pertandingan.


Alasan Mundur: Siap Naik Level?


Dalam konferensi pers singkat, Alonso menyebut keputusannya sebagai "langkah profesional untuk mencari tantangan baru." Banyak pihak meyakini tantangan itu tak lain adalah Real Madrid, klub yang pernah ia bela sebagai pemain dan tempat ia meraih berbagai trofi bergengsi.

Dengan masa depan Carlo Ancelotti yang masih belum pasti, nama Alonso memang terus dikaitkan sebagai kandidat kuat pelatih baru Los Blancos.


Kembali ke Bernabéu?

Jika benar Alonso menuju Madrid, itu bisa menjadi momen “homecoming” yang epik. Ia mengenal kultur klub, disukai fans, dan punya filosofi permainan yang sangat selaras dengan DNA Real Madrid. Dengan usia yang masih muda, ia juga cocok untuk membangun generasi baru Galacticos.


Waktunya Pulang?

Xabi Alonso sudah membuktikan kapasitasnya sebagai pelatih elite. Pamitnya dari Leverkusen bukan akhir, melainkan awal dari petualangan yang lebih besar. Madrid memanggil — dan sepertinya, dunia sepak bola sudah tak sabar melihat Alonso berdiri di pinggir lapangan Bernabéu, kali ini bukan sebagai pemain, tapi sebagai komandan utama.

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Selain Jago Main Bola, 10 Pemain Ini Punya Gelar Akademik Cemerlang

 Mei 10, 2025     Berita Bola, Olahraga   

 

Dunia sepak bola sering kali identik dengan kekuatan fisik, teknik tinggi, dan kemewahan hidup para pemainnya. Namun, siapa sangka, beberapa pesepak bola top dunia justru juga memiliki prestasi luar biasa di bidang akademik. Mereka membuktikan bahwa otak encer bisa berjalan seiring dengan kaki yang lincah.

Berikut ini adalah 10 pesepak bola profesional yang tak hanya hebat di lapangan, tapi juga memiliki latar pendidikan tinggi yang mengesankan:


1. Juan Mata (Spanyol)

Pemain elegan yang pernah membela Chelsea dan Manchester United ini memiliki dua gelar sarjana, yakni dalam bidang Marketing dan Ilmu Olahraga. Mata dikenal sebagai sosok yang gemar membaca dan menulis di luar lapangan.


2. Giorgio Chiellini (Italia)

Legenda Juventus ini memiliki gelar Master di bidang Administrasi Bisnis dari University of Turin. Ia menyelesaikan pendidikannya sembari tetap aktif bermain di level tertinggi.


3. Vincent Kompany (Belgia)

Mantan kapten Manchester City ini lulus dari Manchester Business School dengan gelar di bidang Manajemen Bisnis. Ia dikenal sebagai pemimpin visioner, baik di lapangan maupun dalam dunia akademik.


4. Andres Iniesta (Spanyol)

Selain dikenal sebagai maestro lini tengah, Iniesta menempuh pendidikan di bidang Ilmu Olahraga dan kerap terlibat dalam pengembangan sepak bola usia muda melalui akademi miliknya.


5. Frank Lampard (Inggris)

Lampard terkenal sebagai pemain cerdas, dan faktanya ia memiliki IQ di atas rata-rata. Ia memegang 11 GCSE A-grades, termasuk dalam bahasa Latin, dan dikenal sangat tekun belajar sejak muda.


6. Sócrates (Brasil)

Legenda Brasil ini juga seorang dokter medis! Sócrates menyelesaikan studi kedokterannya saat masih aktif bermain dan dikenal sebagai pesepak bola intelektual dan aktivis sosial.


7. Shaka Hislop (Trinidad & Tobago)

Mantan kiper Premier League ini lulusan Howard University dengan gelar Teknik Mesin. Ia bahkan sempat mendapat tawaran kerja dari NASA sebelum memilih fokus ke sepak bola.


8. Simon Mignolet (Belgia)

Mantan kiper Liverpool ini menguasai empat bahasa dan meraih gelar di bidang Ilmu Politik dan Hukum dari Universitas Leuven.


9. Duncan Watmore (Inggris)

Lulusan University of Newcastle, Watmore berhasil menyelesaikan pendidikan sambil tetap berkarier sebagai pemain profesional di klub Inggris.


10. Iain Dowie (Irlandia Utara)

Mantan striker dan pelatih ini memiliki gelar Master di bidang Teknik Penerbangan dari University of Hertfordshire. Ia bahkan sempat bekerja di British Aerospace.


 Otak Encer, Kaki Lincah

Para pemain ini membuktikan bahwa kesuksesan di sepak bola tak menutup kemungkinan untuk tetap berprestasi di bidang akademik. Mereka menjadi inspirasi bahwa atlet profesional pun bisa menjadi cerdas dan berpendidikan tinggi. Dunia sepak bola memang keras, tapi dengan wawasan luas, masa depan setelah pensiun bisa jauh lebih cerah.


Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Dominan di San Siro! AC Milan Jinakkan Bologna 3-1

 Mei 10, 2025     Berita Bola, Olahraga   

 

AC Milan menunjukkan kelasnya saat menjamu Bologna di San Siro dengan kemenangan meyakinkan 3-1 dalam lanjutan Serie A 2024/2025. Tampil di depan publik sendiri, Rossoneri bermain agresif sejak awal dan sukses mengamankan tiga poin penting dalam perburuan gelar.


Babak Pertama: Milan Langsung Menggigit

AC Milan membuka skor lebih dulu melalui Rafael Leão yang memanfaatkan umpan terukur dari Christian Pulisic. Kecepatan dan dribbling Leão membuat lini belakang Bologna kewalahan. Tak lama berselang, Olivier Giroud menggandakan keunggulan lewat tandukan tajam usai menyambut umpan silang dari Theo Hernandez.

Meski Bologna sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol cantik Riccardo Orsolini di penghujung babak pertama, Milan tetap menjaga intensitas permainan.


Babak Kedua: Kemenangan Ditegaskan


Memasuki babak kedua, AC Milan semakin dominan dalam penguasaan bola. Beberapa peluang emas tercipta lewat kombinasi Leão, Loftus-Cheek, dan Pulisic. Gol ketiga akhirnya lahir dari kaki Yunus Musah yang masuk sebagai pemain pengganti, menyambut bola muntah dari tendangan bebas yang gagal diantisipasi dengan baik oleh kiper Bologna.


Kesimpulan: Milan Semakin Padu

Kemenangan ini menegaskan bahwa AC Milan mulai menemukan ritme terbaiknya musim ini. Kombinasi pemain muda dan berpengalaman terlihat semakin menyatu. Tambahan tiga poin membawa mereka semakin dekat ke puncak klasemen, sementara Bologna harus kembali mengevaluasi lini belakang yang rapuh.


Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Jumat, 09 Mei 2025

Tottenham Mantap ke Babak Selanjutnya Usai Tumbangkan Bodo/Glimt 2-0 (Agg. 5-1)

 Mei 09, 2025     Berita Bola, Olahraga   

 

Tottenham Hotspur tampil solid dan meyakinkan saat bertandang ke markas Bodo/Glimt, dalam laga leg kedua babak gugur kompetisi Eropa. Pasukan London Utara menang dengan skor 2-0, sekaligus memastikan agregat meyakinkan 5-1 untuk lolos ke fase berikutnya.

Dua gol kemenangan Spurs dicetak oleh Son Heung-min dan James Maddison, masing-masing di babak pertama dan babak kedua. Meski bermain di kandang lawan dengan suhu dingin dan atmosfer suporter yang cukup intimidatif, Tottenham tampil tenang, mendominasi penguasaan bola, dan tidak memberi ruang bagi Bodo/Glimt untuk berkembang.

Sejak menit awal, tim asuhan pelatih Ange Postecoglou menunjukkan bahwa mereka datang bukan untuk bermain aman. Serangan cepat dan pressing tinggi membuat tuan rumah kesulitan keluar dari tekanan. Son membuka keunggulan lewat tembakan kaki kiri memanfaatkan assist dari Kulusevski. Sementara Maddison menutup kemenangan dengan gol indah dari luar kotak penalti.


Agregat Meyakinkan, Mental Juara Terlihat


Dengan agregat 5-1, Tottenham menunjukkan bahwa mereka tengah dalam tren positif di kompetisi Eropa. Kemenangan ini juga menjadi sinyal bahwa mereka siap menghadapi tantangan yang lebih berat di babak selanjutnya. Terlebih, lini belakang yang sebelumnya kerap dikritik tampil cukup disiplin dan tak memberikan banyak peluang kepada tim asal Norwegia itu.

Postecoglou menyatakan puas dengan performa timnya. Ia memuji konsistensi serta kerja sama antar lini yang mulai matang. “Kami tidak hanya menang, tapi menang dengan cara yang tepat. Itu penting,” ujarnya seusai laga.


Spurs On Fire

Tottenham kini melaju ke babak berikutnya dengan kepercayaan diri tinggi. Lawan-lawan akan semakin waspada, terutama melihat keseimbangan permainan mereka yang semakin rapi. Jika performa seperti ini bisa dipertahankan, bukan tak mungkin Tottenham menjadi salah satu kandidat kuat juara musim ini.

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Ruben Amorim Beri Pesan Tegas untuk Skuad MU: “Ayo Tuntaskan!”

 Mei 09, 2025     Berita Bola, Olahraga   

 

Pelatih anyar Manchester United, Ruben Amorim, tak butuh waktu lama untuk menunjukkan karakter kepemimpinannya. Menjelang laga penting kontra Athletic Bilbao di semifinal Liga Europa, Amorim menyampaikan pesan tajam namun penuh semangat kepada para pemainnya: “Ayo tuntaskan misi ini!”

Setelah melewati fase-fase penuh tekanan, kini Setan Merah hanya tinggal selangkah lagi menuju partai puncak. Amorim menekankan bahwa ini bukan waktunya lengah atau terbuai dengan pujian. Ia ingin skuadnya bermain dengan fokus penuh dan determinasi tinggi.

“Kita sudah terlalu jauh untuk menyerah sekarang. Lawan kita kuat, mereka pekerja keras dan sangat terorganisir. Tapi kita adalah Manchester United. Kita di sini bukan untuk sekadar tampil, tapi untuk menang. Tuntaskan!” ucap Amorim dalam sesi latihan tertutup di Carrington.

Amorim juga terlihat berbicara secara personal dengan beberapa pemain kunci seperti Bruno Fernandes, Marcus Rashford, dan André Onana. Ia ingin tim tampil tenang tapi tajam, dan memaksimalkan keunggulan kandang maupun momen-momen kecil yang bisa mengubah pertandingan.


Momentum Kebangkitan



Manchester United berada dalam fase positif sejak kedatangan Amorim. Permainan mereka terlihat lebih terstruktur, dengan kombinasi penguasaan bola dan transisi cepat. Meskipun belum sempurna, progres ini cukup memberi harapan bagi fans bahwa musim ini masih bisa diselamatkan dengan trofi Eropa.

Laga melawan Athletic Bilbao diyakini tidak akan mudah. Klub asal Spanyol itu dikenal dengan semangat tempurnya dan tidak pernah menyerah hingga menit akhir. Namun, Amorim tampaknya sudah menyiapkan segala hal — taktik, mentalitas, hingga motivasi untuk memastikan MU tidak hanya tampil bagus, tapi juga menang.



Ruben Amorim datang dengan visi dan keberanian. Pesan tegasnya menunjukkan bahwa MU tak ingin hanya menjadi peserta semifinal, melainkan penantang serius trofi Liga Europa. Kini, semua mata tertuju ke Old Trafford: mampukah pesan “Tuntaskan!” menjadi kenyataan?

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Corinthians 2012: Klub Non-Eropa Terakhir yang Juara Piala Dunia Antarklub

 Mei 09, 2025     Berita Bola, Olahraga   

 

Dalam sejarah panjang Piala Dunia Antarklub, dominasi klub-klub Eropa nyaris tak terbantahkan dalam satu dekade terakhir. Namun, ada satu momen ikonik yang masih dikenang hingga kini — ketika Corinthians dari Brasil menjadi klub non-Eropa terakhir yang menjuarai ajang bergengsi ini pada tahun 2012.

Bertempat di Yokohama, Jepang, Corinthians berhasil mencatatkan sejarah dengan mengalahkan Chelsea 1-0 di partai final. Gol semata wayang dicetak oleh Paolo Guerrero, striker asal Peru, melalui sundulan tajam yang mengejutkan pertahanan The Blues.

Bukan hanya hasil akhir yang mengejutkan, tapi cara Corinthians bermain dengan penuh determinasi dan organisasi pertahanan yang solid menjadi faktor kunci kemenangan mereka. Mereka berhasil menahan gempuran pemain top Chelsea seperti Juan Mata, Eden Hazard, dan Fernando Torres. Kiper Cássio, yang tampil gemilang malam itu, bahkan dinobatkan sebagai Man of the Match.

Dengan kemenangan ini, Corinthians menjadi juara dunia untuk kedua kalinya, setelah sebelumnya meraih gelar perdana pada edisi perdana turnamen tahun 2000. Sejak saat itu, belum ada lagi klub dari luar Eropa yang mampu menembus dominasi raksasa-raksasa seperti Real Madrid, Bayern Munich, atau Manchester City.


Makna Kemenangan bagi Sepak Bola Amerika Selatan


Kemenangan Corinthians bukan hanya milik Brasil, tapi juga seluruh Amerika Selatan. Gelar tersebut menjadi simbol bahwa sepak bola dari kawasan CONMEBOL masih bisa bersaing di panggung dunia, meski secara finansial tertinggal dari klub-klub Eropa.

Saat ini, dominasi Eropa di Piala Dunia Antarklub terasa begitu masif, terutama dengan sistem baru yang akan melibatkan lebih banyak tim dari UEFA. Namun, kisah Corinthians 2012 tetap menjadi inspirasi bahwa dengan semangat dan kolektivitas, kejutan masih bisa terjadi.

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Kamis, 08 Mei 2025

Al Nassr Kalah Tipis 2-3 dari Al Ittihad: Ronaldo Mandul, Pertahanan Runtuh

 Mei 08, 2025     Berita Bola, Olahraga   

 

Laga panas Liga Arab Saudi kembali menyita perhatian publik ketika dua raksasa, Al Nassr dan Al Ittihad, bentrok dalam pertandingan sarat gengsi. Sayangnya bagi tim yang dibela megabintang Cristiano Ronaldo, mereka harus mengakui keunggulan Al Ittihad dengan skor tipis 2-3.

Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Al Ittihad tampil agresif dan disiplin, membuat Al Nassr kesulitan membangun serangan. Meski Ronaldo tampil penuh selama 90 menit, kapten Portugal itu gagal mencatatkan namanya di papan skor, bahkan beberapa peluang emasnya masih bisa digagalkan lini belakang lawan.

Gol-gol Al Ittihad tercipta dari skema serangan balik cepat dan koordinasi lini depan yang sangat solid. Sementara Al Nassr sempat mencoba bangkit dengan dua gol balasan, tapi pertahanan mereka terlalu mudah ditembus saat transisi.

Hasil ini membuat posisi Al Nassr di klasemen sementara terguncang. Meski masih di papan atas, mereka kini terancam disalip oleh tim-tim pesaing yang mulai menunjukkan konsistensi.

Kekalahan ini juga memperpanjang paceklik gol Cristiano Ronaldo dalam beberapa laga terakhir, memicu kritik dan tanda tanya soal performanya di usia 39 tahun. Namun, sang megabintang tetap menunjukkan semangat juang dan memberi motivasi pada rekan-rekannya setelah peluit akhir dibunyikan.



Al Nassr harus segera mengevaluasi pertahanan mereka dan mencari cara untuk mengembalikan ketajaman Ronaldo jika ingin tetap bersaing dalam perebutan gelar Liga Arab Saudi musim ini.

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

10 Semifinal Liga Champions Terbaik Sepanjang Masa: Inter vs Barcelona 2025 Paling Spektakuler?

 Mei 08, 2025     Berita Bola, Olahraga   

 

Liga Champions selalu menghadirkan drama, kejutan, dan adrenalin tinggi—terutama saat memasuki fase semifinal. Sepanjang sejarahnya, ada banyak laga yang memukau dunia, namun hanya segelintir yang benar-benar layak disebut sebagai semifinal terbaik sepanjang masa. Dengan skor akhir 4-3 dan intensitas tinggi, duel Inter Milan vs Barcelona 2025 kini mulai digadang-gadang sebagai yang paling spektakuler.

Berikut daftar 10 semifinal Liga Champions terbaik sepanjang masa:


1. Inter Milan 4-3 Barcelona (2025)

Pertandingan leg pertama di Giuseppe Meazza jadi tontonan luar biasa. Tujuh gol tercipta, drama injury time, dan atmosfer panas khas Eropa. Inter unggul 2-0 di babak pertama, disusul comeback Barca, hingga akhirnya Frattesi mencetak gol kemenangan di menit ke-99. Energi, emosi, dan ketegangan: semua ada.


2. Liverpool 4-0 Barcelona (2019)

Setelah tertinggal 0-3 di leg pertama, Liverpool membalikkan keadaan di Anfield dalam salah satu comeback paling legendaris. Gol cepat, strategi jenius Klopp, dan tendangan sudut ‘nakal’ dari Trent Alexander-Arnold jadi simbol malam ajaib itu.


3. Real Madrid 3-1 Manchester City (2022)

Sebuah mukjizat di Santiago Bernabéu. Dua gol Rodrygo di menit akhir menyamakan agregat, lalu penalti Benzema di extra time memastikan Madrid ke final. City seolah terpukul oleh kutukan Bernabéu.


4. Chelsea 2-2 Barcelona (2009)

Meski berakhir imbang, laga ini dikenang karena gol Andres Iniesta di menit 93 yang membawa Barca ke final. Chelsea mendominasi, tapi wasit Tom Henning Øvrebø jadi sorotan atas keputusan kontroversial.


5. AC Milan 3-2 PSV Eindhoven (2005)

Salah satu semifinal paling dramatis dengan agregat 3-3. Milan lolos ke final berkat gol tandang, meskipun PSV mendominasi laga kedua. Tensi tinggi dan gol menit akhir jadi sajian utamanya.


6. Juventus 2-3 Real Madrid (2018)

Cristiano Ronaldo mencetak gol penalti di menit ke-98 dalam leg kedua yang penuh kontroversi. Juve hampir membalikkan agregat, tapi Madrid tetap melaju dengan tensi tinggi.


7. Borussia Dortmund 4-1 Real Madrid (2013)

Robert Lewandowski tampil luar biasa dengan mencetak 4 gol. Dominasi total Dortmund di Signal Iduna Park membuat Real Madrid kelabakan dan takluk dengan cara yang memalukan.


8. Monaco 3-1 Chelsea (2004)

Kejutan besar datang dari AS Monaco yang menyingkirkan Chelsea dengan gaya. Laga ini dipenuhi gol indah, ketegangan, dan permainan menyerang dari tim kuda hitam asal Prancis.


9. Bayern Munich 6-4 Barcelona (2013) – Agregat

Meskipun Bayern menang besar 4-0 di leg pertama dan 3-0 di leg kedua, kualitas dan dominasi mereka atas Barcelona kala itu dianggap sebagai salah satu performa semifinal terbaik sepanjang sejarah.


10. Manchester United 1-1 Bayer Leverkusen (2002)

Tidak sepadan secara nama, tapi Leverkusen tampil luar biasa dan membuat kejutan besar dengan menyingkirkan United. Laga ini menandai munculnya kekuatan baru di Eropa kala itu.


 Inter vs Barca 2025 Layak Dikenang?

Dengan tensi tinggi, tujuh gol, dan penyelesaian dramatis, Inter Milan vs Barcelona 2025 jelas pantas disebut sebagai salah satu semifinal terbaik. Bahkan, bukan tak mungkin laga ini akan terus dikenang sebagai yang paling ikonik dalam sejarah Liga Champions modern.


Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Rabu, 07 Mei 2025

Drama 7 Gol! Inter Milan Jinakkan Barcelona 4-3 di Giuseppe Meazza

 Mei 07, 2025     Berita Bola, Olahraga   

 


Pertandingan leg pertama Liga Champions yang berlangsung hari ini di Giuseppe Meazza menghadirkan drama penuh ketegangan. Inter Milan berhasil mengalahkan Barcelona dengan skor tipis 4-3 dalam laga yang disebut-sebut sebagai salah satu pertandingan paling epik musim ini.

Babak Pertama: Inter Tancap Gas Lebih Dulu

Inter Milan langsung tampil menekan sejak menit awal. Lautaro Martínez membuka keunggulan tuan rumah di menit ke-21 lewat sepakan keras dari dalam kotak penalti. Menjelang turun minum, Hakan Çalhanoğlu menggandakan keunggulan Inter melalui tendangan bebas memukau di menit 45+1. Skor 2-0 menutup babak pertama untuk keunggulan Nerazzurri.

Babak Kedua: Barcelona Bangkit, Inter Tak Mau Kalah

Memasuki babak kedua, Barcelona menunjukkan semangat juang luar biasa. Eric García memperkecil ketertinggalan di menit 54, diikuti gol Dani Olmo pada menit 60 yang menyamakan skor menjadi 2-2. Namun Inter tak tinggal diam.

Francesco Acerbi membawa Inter unggul kembali lewat gol dramatis di menit 90+3, sebelum Raphinha membuat skor kembali imbang 3-3 di menit 87. Saat laga seolah akan berakhir imbang, Davide Frattesi menjadi pahlawan kemenangan dengan gol penentu di menit 99!

Kemenangan Penting Jelang Leg Kedua

Kemenangan ini jadi modal berharga bagi Inter Milan untuk menghadapi leg kedua nanti di Camp Nou. Meski kebobolan tiga gol, semangat juang dan determinasi tim asuhan Simone Inzaghi patut diapresiasi.

Barcelona, di sisi lain, harus mengevaluasi lini belakang mereka yang terlihat rapuh di menit-menit akhir. Hasil ini tentu jadi pukulan, namun peluang mereka belum tertutup sepenuhnya.


Statistik Pencetak Gol

Inter Milan

  • Lautaro Martínez (21’)

  • Hakan Çalhanoğlu (45+1’)

  • Francesco Acerbi (90+3’)

  • Davide Frattesi (99’)

Barcelona

  • Eric García (54’)

  • Dani Olmo (60’)

  • Raphinha (87’)



Pertandingan ini benar-benar jadi pesta gol dan tontonan kelas dunia. Bukan hanya soal skor, tapi juga drama, comeback, dan penyelesaian luar biasa dari kedua tim. Leg kedua akan jadi laga yang tak boleh dilewatkan!


Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Ancelotti Tinggalkan Real Madrid Usai El Clasico? Brasil Menanti!

 Mei 07, 2025     Berita Bola, Olahraga   

 

Isu besar kembali mengguncang jagat sepak bola. Carlo Ancelotti, pelatih kawakan asal Italia yang sudah memberi segalanya untuk Real Madrid, dikabarkan akan angkat kaki dari Santiago Bernabéu usai laga El Clasico. Lebih mengejutkan lagi, ia disebut siap menerima tawaran untuk melatih Timnas Brasil!


Akhiri Perjalanan di Madrid dengan El Clasico

Ancelotti telah menjalani periode kedua yang sukses bersama Real Madrid. Namun, tekanan untuk terus membawa trofi membuat masa depannya kerap dispekulasikan. El Clasico yang akan datang dipercaya menjadi laga penutupnya bersama Los Blancos. Laga ini bisa menjadi momen emosional bagi fans dan skuad Madrid.


Brasil Sudah Lama Menanti

Timnas Brasil memang sudah lama mengincar Ancelotti. Bahkan sejak akhir Piala Dunia 2022, federasi sepak bola Brasil (CBF) secara terbuka menyatakan ketertarikannya. Dengan filosofi permainan Ancelotti yang fleksibel dan jam terbang tinggi, banyak yang percaya ia bisa membawa Brasil kembali berjaya di panggung dunia.


Antara Klub Elit dan Tantangan Internasional

Bagi Ancelotti, meninggalkan klub sebesar Real Madrid bukan keputusan ringan. Namun, memimpin tim nasional legendaris seperti Brasil juga bukan kesempatan yang datang dua kali. Jika benar terjadi, ini akan menjadi pengalaman pertama Ancelotti melatih tim nasional sepanjang kariernya.


Warisan di Madrid dan Harapan untuk Brasil

Jika ini adalah akhir kisah Ancelotti bersama Madrid, maka ia pergi dengan kepala tegak: gelar La Liga, Liga Champions, dan mengembalikan stabilitas tim. Sementara itu, Brasil punya ekspektasi besar—dan mereka percaya, tangan dingin Don Carlo bisa jadi kunci mengembalikan kejayaan Selecao.



Perpindahan ini belum resmi, tapi aroma perpisahan mulai terasa. El Clasico bisa jadi salam terakhir Carlo Ancelotti untuk publik Bernabéu. Dan jika semuanya berjalan seperti rumor yang beredar, maka Piala Dunia 2026 akan menyambut sosok pelatih Eropa pertama dalam sejarah Brasil.

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Arsenal: Mengulang Keajaiban atau Mengulang Luka?

 Mei 07, 2025     Berita Bola, Olahraga   

 

Musim 2024/2025 menjadi musim yang penuh harapan sekaligus tekanan bagi Arsenal. Setelah beberapa musim membangun pondasi bersama Mikel Arteta, kini The Gunners kembali berada di jalur persaingan juara—baik di Premier League maupun Liga Champions. Namun, muncul satu pertanyaan besar yang terus menghantui para pendukung: apakah Arsenal akan mengulang keajaiban... atau justru mengulang luka lama?


Memori Keajaiban yang Terlalu Jauh

Arsenal terakhir kali mencicipi gelar Premier League pada musim 2003/2004. Era "Invincibles" kala itu seolah menjadi dongeng yang semakin lama, semakin sulit diulang. Meski Arteta berhasil membentuk skuad muda dan atraktif, tekanan untuk menuntaskan “puasa gelar utama” terus membesar setiap pekan.


Trauma Musim Lalu Masih Segar

Musim 2023/2024 menjadi pelajaran pahit. Arsenal sempat memimpin klasemen cukup lama, hanya untuk disalip di pekan-pekan terakhir. Mereka juga tersingkir secara dramatis dari Liga Champions. Luka itu belum sepenuhnya sembuh, dan kini kembali mengintai di tengah harapan baru.


Skuad Lebih Matang, Tapi Tekanan Lebih Besar


Perbedaan musim ini terletak pada kedalaman skuad. Declan Rice, Martin Ødegaard, Bukayo Saka, hingga Gabriel Jesus punya pengalaman lebih. Namun, kedewasaan mereka kini diuji oleh ekspektasi. Sebab, fans Arsenal tak lagi puas hanya dengan bermain indah. Mereka ingin trofi.


Faktor Mental Jadi Kunci

Musim ini bukan cuma soal taktik atau statistik. Ini soal mental. Apakah Arsenal sudah cukup kuat menghadapi tekanan ketat dari rival-rival seperti Manchester City, Liverpool, dan Bayern Munich di Eropa? Karena yang membedakan juara dan runner-up hanyalah satu: keberanian untuk menaklukkan momen.


 Di Ujung Tajam Harapan dan Kenyataan

Arsenal berada di persimpangan. Jika berhasil, ini bisa jadi musim yang dikenang sepanjang masa. Tapi jika gagal lagi di ujung jalan, luka itu akan terasa dua kali lebih dalam. Mampukah Arteta dan anak asuhnya menulis sejarah... atau mereka hanya akan jadi catatan kaki dari cerita orang lain?

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Liga Champions 2024/25: Termasuk Payah di Italia, Ini 5 Alasan Inter Milan Bisa Benamkan Barcelona di Giuseppe Meazza

 Mei 07, 2025     Berita Bola, Olahraga   

 


Meskipun performa Inter Milan di Serie A musim 2024/25 terlihat tidak segemilang musim lalu, mereka tetap menjadi ancaman serius di Liga Champions. Menjelang duel panas melawan Barcelona di Giuseppe Meazza, banyak yang memandang Nerazzurri sebagai underdog. Namun, bukan tidak mungkin Inter bisa membungkam Blaugrana. Inilah 5 alasan mengapa Inter Milan bisa menenggelamkan Barcelona di kandang sendiri:


1. Mentalitas Eropa yang Teruji

Inter adalah tim yang tahu caranya bertarung di kompetisi Eropa. Sejak menembus final Liga Champions 2022/23, mental bertanding mereka di panggung besar meningkat drastis. Mereka tahu kapan harus bermain cerdik dan kapan harus menggigit.


2. Taktik Inzaghi yang Fleksibel

Simone Inzaghi tahu cara menaklukkan lawan dengan pendekatan taktis yang fleksibel. Ia bisa menurunkan formasi bertahan saat dibutuhkan, lalu beralih menyerang dalam sekejap. Hal ini bisa jadi senjata untuk mengeksploitasi kelemahan lini belakang Barcelona yang kadang terlalu maju.


3. Kombinasi Lautaro – Thuram yang Tajam

Meski Inter kurang konsisten di liga domestik, duet Lautaro Martínez dan Marcus Thuram tetap jadi mimpi buruk bagi bek lawan. Kecepatan, kekuatan fisik, dan insting gol keduanya bisa menyulitkan pertahanan Barcelona yang belum sepenuhnya solid.


4. Kandang Giuseppe Meazza: Benteng Kokoh

Bermain di kandang sendiri selalu memberi keuntungan. Dukungan penuh Curva Nord bisa menjadi energi tambahan. Statistik juga menunjukkan bahwa Inter jarang kalah di Giuseppe Meazza dalam laga-laga Eropa.


5. Barcelona Masih dalam Transisi

Meskipun punya deretan pemain muda berbakat seperti Lamine Yamal dan Gavi, Barcelona masih dalam fase mencari kestabilan. Mereka kerap kesulitan saat menghadapi lawan dengan pressing tinggi dan pertahanan rapat, seperti yang biasa diterapkan Inter.


Inter Milan memang bukan favorit utama musim ini, namun justru itu yang membuat mereka berbahaya. Tekanan rendah, pengalaman tinggi, dan dukungan publik Giuseppe Meazza bisa menjadi kombinasi mematikan. Barcelona harus benar-benar waspada jika tak ingin jadi korban berikutnya.


Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Selasa, 06 Mei 2025

8 Alternatif Virgil van Dijk yang Pernah Diincar Liverpool pada 2017, Bagaimana Nasibnya Sekarang?

 Mei 06, 2025     Berita Bola, Olahraga   

 

Pada tahun 2017, Liverpool menjadikan Virgil van Dijk sebagai target utama untuk memperkuat lini belakang mereka. Namun, negosiasi dengan Southampton sempat menemui jalan buntu, membuat The Reds menyusun daftar alternatif. Beberapa nama masuk radar sebelum akhirnya Van Dijk resmi bergabung pada Januari 2018. Menariknya, karier para pemain alternatif tersebut kini punya nasib berbeda-beda. Siapa saja mereka?

1. Kalidou Koulibaly


Saat di Napoli, Koulibaly jadi bek tangguh yang juga diincar Chelsea dan Manchester United. Ia akhirnya pindah ke Chelsea pada 2022, namun performanya tak segemilang saat di Serie A. Kini, ia bermain di Liga Arab bersama Al Hilal.

2. Aymeric Laporte


Liverpool sempat memantau Laporte yang tampil apik di Athletic Bilbao. Namun ia akhirnya bergabung ke Manchester City dan meraih berbagai gelar. Pada 2023, ia hijrah ke Al Nassr dan bermain bersama Cristiano Ronaldo.

3. José Giménez


Bek asal Uruguay ini sudah lama jadi pilar Atletico Madrid. Meski tak pernah pindah ke Inggris, Giménez tetap konsisten tampil di level tertinggi La Liga dan kompetisi Eropa.

4. Stefan de Vrij


Saat itu bermain untuk Lazio, De Vrij masuk dalam radar Liverpool. Tapi ia memilih pindah ke Inter Milan, menjadi bagian penting dari tim yang menjuarai Serie A pada 2021.

5. Jonathan Tah


Bek tangguh asal Jerman yang bermain untuk Bayer Leverkusen ini masuk daftar alternatif, namun belum pernah benar-benar dekat ke Anfield. Kini, Tah justru jadi bagian penting dari revolusi Leverkusen bersama Xabi Alonso.

6. Ben Gibson


Bek muda Inggris yang kala itu bersinar bersama Middlesbrough juga dipantau Liverpool. Namun kariernya menurun setelah pindah ke Burnley. Kini ia bermain di kasta kedua bersama Norwich City.

7. Michael Keane


Pernah jadi andalan Burnley, Keane dilirik Liverpool tapi akhirnya bergabung ke Everton. Kariernya tak terlalu stabil dan kini lebih sering duduk di bangku cadangan.

8. Leonardo Bonucci


Meski hanya spekulasi ringan, nama Bonucci pernah dikaitkan sebagai opsi darurat karena pengalamannya. Ia tetap bertahan di Juventus beberapa tahun setelah itu, sebelum akhirnya pindah ke Union Berlin dan kini bermain di Turki.



Dari delapan nama di atas, sebagian sukses meraih trofi, sebagian lainnya meredup. Namun satu hal yang pasti: keputusan Liverpool merekrut Virgil van Dijk adalah langkah krusial yang mengubah sejarah klub. Bersamanya, The Reds kembali ke level tertinggi Eropa.

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Akhir Penantian! Persib Bandung Juara Liga 1 Lewat Musim Penuh 2024/2025

 Mei 06, 2025     Berita Bola, Olahraga   

 

Persib Bandung akhirnya mengukir sejarah baru di BRI Liga 1 musim 2024/2025. Setelah penantian panjang dan perjuangan konsisten sepanjang musim, Maung Bandung resmi menjadi juara Liga 1 lewat kompetisi penuh—bukan lagi melalui sistem turnamen atau format khusus.

Keberhasilan ini menjadi tonggak penting bagi Persib. Sejak terakhir kali menjuarai kompetisi nasional pada 2014 (Indonesia Super League), Persib terus berjuang untuk kembali ke singgasana. Namun baru pada musim ini, mereka mampu menutup seluruh rangkaian liga reguler dengan status kampiun sejati.

Perjalanan Konsisten Sepanjang Musim


Di bawah arahan pelatih asing yang disiplin dan taktis, Persib tampil stabil. Mereka menunjukkan dominasi baik di kandang maupun tandang, mengalahkan tim-tim besar seperti Bali United, Persija Jakarta, hingga PSM Makassar. Kekuatan kolektif tim, ditambah dengan penampilan impresif dari pemain lokal dan asing, menjadikan mereka unggul di klasemen hingga pekan terakhir.

Faktor penting lainnya adalah kedalaman skuad dan minimnya cedera pemain kunci. Pemain seperti Marc Klok, David da Silva, hingga I Putu Gede memainkan peran vital dalam menjaga ritme permainan Maung Bandung sepanjang musim.

Kemenangan yang Penuh Makna

Juara lewat kompetisi penuh memberi makna tersendiri bagi Bobotoh—para suporter setia Persib. Ini bukan hanya tentang mengangkat trofi, tapi juga pembuktian bahwa tim kesayangan mereka mampu bersaing secara konsisten dan pantas menyandang gelar juara sejati.

Bagi publik Bandung dan Jawa Barat, ini lebih dari sekadar gelar juara. Ini adalah simbol dari semangat, kerja keras, dan kesetiaan yang tak pernah padam meski bertahun-tahun menanti.

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Minggu, 04 Mei 2025

Dominasi Sepak Bola: 5 Pemain yang Lebih Sering Juara Liga daripada Cristiano Ronaldo Sejak 2009

 Mei 04, 2025     Berita Bola, Olahraga   

 



Cristiano Ronaldo dikenal sebagai salah satu pemain tersukses dalam sejarah sepak bola. Sejak tahun 2009, ketika ia pindah dari Manchester United ke Real Madrid, Ronaldo terus mengoleksi gelar demi gelar, termasuk sejumlah trofi liga di Inggris, Spanyol, dan Italia. Namun menariknya, ada beberapa pemain yang justru mencatat jumlah gelar liga domestik lebih banyak dibandingkan sang megabintang sejak tahun tersebut. Siapa saja mereka?

1. Thomas Müller (Bayern Munich)



Müller adalah ikon Bayern Munich dan bagian tak tergantikan dari dominasi mereka di Bundesliga. Sejak 2009, ia telah meraih lebih dari 12 gelar Bundesliga, menjadikannya salah satu pemain tersukses di level liga domestik.

2. Dani Alves


Meski masa keemasannya sudah lewat, Dani Alves pernah menjadi bagian dari skuat Barcelona yang sangat dominan, lalu menambah gelar di Juventus dan PSG. Total, ia memenangkan lebih dari 9 gelar liga sejak 2009 — angka yang menyalip Ronaldo.

3. Sergio Busquets (Barcelona)


Busquets adalah bagian penting dari era emas Barcelona bersama Messi dan Xavi. Sejak 2009, ia ikut membantu klubnya meraih 9 gelar La Liga, dengan kontribusi konsisten sebagai jangkar lini tengah.

4. Manuel Neuer (Bayern Munich)



Kiper utama Bayern dan timnas Jerman ini juga ikut dalam deretan pemain dengan gelar liga terbanyak. Bersama Bayern Munich sejak 2011, Neuer telah membantu klubnya memenangkan lebih dari 10 kali Bundesliga, yang menjadikannya salah satu kiper tersukses sepanjang masa.

5. Lionel Messi (Barcelona & PSG)


Meskipun sejak 2021 pindah ke PSG, sebagian besar gelar liga Messi diraih bersama Barcelona. Sejak 2009, ia meraih 10 gelar liga, terdiri dari 8 La Liga dan 2 Ligue 1, mengungguli Ronaldo yang mengoleksi sekitar 7 gelar liga dalam periode yang sama.



Cristiano Ronaldo memang luar biasa, tapi sepak bola adalah permainan tim, dan beberapa pemain lain mampu mencetak rekor yang lebih stabil dalam hal menjuarai liga domestik. Faktor stabilitas klub, dominasi tim, dan konsistensi performa membuat mereka lebih sering angkat trofi liga daripada CR7 sejak 2009.

Ingin daftar ini diubah ke format carousel Instagram atau infografis menarik?

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Popular Posts

  • Kilas Balik Kasus Penyiraman Air Keras Agus Salim oleh Rekan Kerjanya di Cengkareng
    Agus Salim disiram air keras oleh bawahannya sendiri berinisial JJS (18), di Jalan Nusa Indah Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (1/9/2024). ...
  • Hasil Orlando City vs Inter Miami: Tanpa Messi, Luis Suarez dkk Loyo Dihantam 4–1
      Inter Miami  mengalami malam yang kelabu di lanjutan  Major League Soccer (MLS)  2025. Tanpa kehadiran sang megabintang  Lionel Messi  yan...
  • Cavan Sullivan: Wonderkid 15 Tahun yang Siap Menggebrak Man City U-21
      Arsenal punya Max Dowman , Liverpool punya Rio Ngumoha , Chelsea punya Reggie Walsh, dan kini giliran Manchester City memperkenalkan perm...
  • Jens Castrop Resmi Jadi Warga Negara Korea Selatan, Tinggalkan Jerman U-21
      Keputusan mengejutkan datang dari gelandang muda Borussia Monchengladbach , Jens Castrop . Pemain berusia 22 tahun yang juga mampu bermai...

Categories

Berita Bola Berita Viral bisnis Fakta Dunia Hiburan Olahraga

Blog Archive

  • Februari 2026 (7)
  • Januari 2026 (54)
  • Desember 2025 (100)
  • November 2025 (25)
  • Oktober 2025 (7)
  • September 2025 (13)
  • Agustus 2025 (38)
  • Mei 2025 (41)
  • April 2025 (8)
  • Maret 2025 (41)
  • Februari 2025 (94)
  • Januari 2025 (30)
  • Desember 2024 (33)
  • November 2024 (32)
  • Oktober 2024 (47)

REKOMENDASI LINK TERBAIK

  • VIP Frans
  • Situs Full JP
  • Luxury Link
  • Sigapbet Main
  • Baru Playbet
  • Zona Bet
  • Untra Jackpot
  • Form Pengaduan

Mengenai Saya

ADMIN 01
Lihat profil lengkapku

REKOMENDASI SITUS BETTING TERBAIK

REKOMENDASI SITUS BETTING TERBAIK

Categories

  • Berita Bola 283
  • Berita Viral 57
  • bisnis 5
  • Fakta Dunia 87
  • Hiburan 43
  • Olahraga 442

Tags

  • Berita Bola
  • Berita Viral
  • Fakta Dunia
  • Hiburan
  • Olahraga
  • bisnis

perenungan mendalam, kritis, dan sistematis mengenai hakikat realitas, nilai

Copyright © BeritaIN - Sumber Berita Viral Terbaru Setiap Hari | Powered by Blogger
Design by Hardeep Asrani | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates