BeritaIN - Sumber Berita Viral Terbaru Setiap Hari
  • Home
  • Business
    • Internet
    • Market
    • Stock
  • Parent Category
    • Child Category 1
      • Sub Child Category 1
      • Sub Child Category 2
      • Sub Child Category 3
    • Child Category 2
    • Child Category 3
    • Child Category 4
  • Featured
  • Health
    • Childcare
    • Doctors
  • Home
  • Business
    • Internet
    • Market
    • Stock
  • Downloads
    • Dvd
    • Games
    • Software
      • Office
  • Parent Category
    • Child Category 1
      • Sub Child Category 1
      • Sub Child Category 2
      • Sub Child Category 3
    • Child Category 2
    • Child Category 3
    • Child Category 4
  • Featured
  • Health
    • Childcare
    • Doctors
  • Uncategorized

Kamis, 17 Oktober 2024

Menjual Kesedihan Demi Cuan: Fenomena Ngemis dan Nyawer Online pada TikTok Live

 Oktober 17, 2024     Berita Viral, Hiburan   



Saat ini, TikTok menjadi aplikasi yang sangat populer di masyarakat Indonesia. TikTok mempunyai fitur live streaming atau TikTok Live yang membuat para pengguna dan pembuat konten dapat berinteraksi secara real-time. Fitur TikTok Live memfasilitasi audiens untuk mengirimkan tip di profil pembuat konten (TikTok Support, 2023).

Munculnya fitur TikTok Live, membuat penggunanya semakin mengembangkan kreativitasnya. Namun, adanya TikTok Live memunculkan konten yang kontroversial di masyarakat. Pada awal tahun 2023 muncul tren live streaming yang meminta belas kasihan dari para audiens. Dikutip dari Wisnugroho (2023), beberapa waktu terakhir sejumlah pengguna TikTok memanfaatkan para lansia yang mandi lumpur dan diguyur air dengan harapan para audiens tayangan live streaming memberikan gift.

Konten live streaming yang berusaha menarik empati audiens ini ternyata dapat dikategorikan sebagai eksploitasi kemiskinan untuk dijadikan komoditas berharga. Para pelaku TikTok LIVE berusaha untuk meraup keuntungan dari gift yang diberikan audiens. Konten semacam ini semakin dilanggengkan dengan andil audiens yang turut memberikan gift. Hal ini dapat membuat para pembuat konten dimanjakan dan terus mempraktikkan tindakan eksploitasi di media sosial. Kominfo melalui Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, meminta platform TikTok untuk melakukan take down atau penurunan konten terkait aktivitas mengemis online (CNN Indonesia, 2023).

Isu ngemis dan nyaweronline di media sosial TikTok sangat memprihatinkan dan menjadi perbincangan banyak pihak sehingga diperlukan kajian mendalam mengenai fenomena ‘ngemis dan nyawer online’ pada TikTok Live. Dari data survei penelitian yang dilakukan oleh Tim PKM-RSH UGM Toko Empati, ditemukan bahwa partisipan penelitian sejumlah 97% (98 orang) pernah menyaksikan konten TikTok Live yang menunjukkan adegan ekstrem (mandi lumpur, menyiram tubuh dengan air, dan lainnya).

Pada media sosial TikTok wujud empati yang diwujudkan oleh audiens saat menonton konten adalah memberikan likes, memberikan komentar positif, hingga memberikan gift. Terdapat banyak faktor yang memengaruhi empati audiens saat menonton konten ‘ngemis’ pada TikTok Live, seperti jenis kelamin pembuat konten, penampilan, mimik wajah, setting, serta konformitas.

Dari temuan sampel video, 7 dari 9 sampel video subjek pembuat kontennya adalah perempuan. Jenis kelamin merupakan salah satu faktor yang memengaruhi empati audiens. Audiens akan lebih berempati jika pembuat konten ngemis merupakan perempuan. Perempuan mengemis dianggap lebih mampu menimbulkan rasa iba dan belas kasih dari masyarakat (Yatim dan Juliardi, 2016).

“...selain itu kulihat kebanyakan yang buat konten itu perempuan, itu juga bisa menarik empati. Saya sebagai laki-laki merasa ngerasa lebih bisa empati dan kasian ngeliat ibu-ibu ngemis kayak gitu, seperti melihat ibu sendiri.” (Responden 4, 29 Agustus 2023). Proses empati tersebut sejalan dengan penelitian Christov-Moore et al. (2014) bahwa laki-laki lebih akurat dalam pengenalan emosi terkait empati.

Dari sejumlah partisipan penelitian, yang pernah memberikan koin atau gift kepada pembuat konten 22 orang berjenis kelamin laki-laki dan 15 orang perempuan. Laki-laki lebih menunjukkan empatinya pada pembuat konten dibandingkan dengan perempuan. Perbedaan jenis kelamin dapat membentuk pola perilaku empati yang berbeda (Baron & Byrne, 2005).

Membicarakan tentang penampilan pembuat konten ngemis pada TikTok Live, penampilan merupakan sesuatu yang membangun mindset tentang orang tersebut. Orang yang mengemis menggunakan pakaian yang lusuh, compang-camping, serta menampilkan ekspresi yang menyedihkan akan mengundang empati dan memperkuat audiens untuk memberikan gift saat mereka live streaming.

“...penampilan sangat memengaruhi pastinya apalagi ketika pembuat konten itu menampilkan wajah yang memelas dan sangat membutuhkan uang pasti yang menonton akan lebih terbuka hatinya untuk memberikan gift.” (Responden 1, 29 Agustus 2023). Setting pembuat konten ngemis TikTok Live juga dapat memengaruhi orang memberikan gift.

Yuliana dan Muslikah (2021) menyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara konformitas dan empati. Dalam konten ngemis TikTok Live, orang akan cenderung memberikan gift ketika ada orang lain yang memberikan gift, “...kalo ada yang ngasih gift, orang lain pasti pada ikut-ikutan karena ingin menunjukan empatinya juga” (Responden 2, 30 Agustus 2023).

Dari data survei didapatkan sebanyak 60,5% (61 orang) menempatkan diri mereka sebagai orang yang mengemis ketika menonton konten ngemis pada TikTok Live. Perilaku tersebut dapat dikategorikan sebagai empati pada konten TikTok Live.

Banyak masyarakat yang menyatakan kemirisan akan konten TikTok Live ngemis dan nyawer, padahal masih banyak konten yang lebih bermanfaat, “...sedih juga kalau dilihat, soalnya dari sekian banyak konten yang bisa dibuat TikTok, yang lebih bermanfaat dan menghasilkan uang, kenapa dia memilih menggunakan cara mengemis kayak gitu” (Responden 3, 29 Agustus 2023).

Isu terkait ‘ngemis dan nyawer online’ di TikTok ini cukup memprihatinkan dan memperlihatkan kebodohan pembuat konten untuk memperjualbelikan empati audiens “...hal itu sama aja seperti menjual kebodohan di depan orang lain cuma untuk mendapatkan uang.” (Responden 2, 30 Agustus 2023).

Masyarakat juga merasa prihatin akan konten ngemis TikTok Live, “...cukup prihatin sih, apalagi melakukan hal-hal bodoh dan merugikan, sampai menggunakan orang tua sebagai alat untuk menarik empati penonton.” (Responden 8, 15 September 2023). Konten ngemis pada TikTok Live tersebut juga dianggap tidak wajar karena tidak sesuai kayak keadaan sosial masyarakat.

Dengan perkembangan teknologi, akan ada konten lain yang tanpa sengaja akan mengeksploitasi kemiskinan yang ada di media sosial dengan bentuk yang mungkin serupa dengan praktik ‘ngemis dan nyawer’ online di media sosial TikTok.

“...pengguna juga harus punya bentengan diri untuk untuk melihat konten yang bermanfaat.” (Responden 1, 29 Agustus 2023). Konten di media sosial TikTok akan semakin berkembang dan menjadi sarana kreativitas para content creator untuk mencari uang, “...nah itu sama aja seperti kreativitas content creator tetapi memanfaatkan SDM yang lemah. Penggunanya perlu diedukasi. Jangan sampai ketika melihat konten yang kurang wajar dan menjual kesedihan, kita terlena untuk memberikan gift kepada pembuat konten, kan sia-sia.” (Responden 4, 29 Agustus 2023).

Maka dari itu, perlu adanya strategi untuk menghapus praktik yang mengarah ke eksploitasi kemiskinan dan serupa dengan ‘ngemis dan nyawer’ online di media sosial terutama TikTok.

  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke Facebook
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Popular Posts

  • Kilas Balik Kasus Penyiraman Air Keras Agus Salim oleh Rekan Kerjanya di Cengkareng
    Agus Salim disiram air keras oleh bawahannya sendiri berinisial JJS (18), di Jalan Nusa Indah Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (1/9/2024). ...
  • Hasil Orlando City vs Inter Miami: Tanpa Messi, Luis Suarez dkk Loyo Dihantam 4–1
      Inter Miami  mengalami malam yang kelabu di lanjutan  Major League Soccer (MLS)  2025. Tanpa kehadiran sang megabintang  Lionel Messi  yan...
  • Cavan Sullivan: Wonderkid 15 Tahun yang Siap Menggebrak Man City U-21
      Arsenal punya Max Dowman , Liverpool punya Rio Ngumoha , Chelsea punya Reggie Walsh, dan kini giliran Manchester City memperkenalkan perm...
  • Jens Castrop Resmi Jadi Warga Negara Korea Selatan, Tinggalkan Jerman U-21
      Keputusan mengejutkan datang dari gelandang muda Borussia Monchengladbach , Jens Castrop . Pemain berusia 22 tahun yang juga mampu bermai...

Categories

Berita Bola Berita Viral bisnis Fakta Dunia Hiburan Olahraga

Blog Archive

  • Februari 2026 (7)
  • Januari 2026 (54)
  • Desember 2025 (100)
  • November 2025 (25)
  • Oktober 2025 (7)
  • September 2025 (13)
  • Agustus 2025 (38)
  • Mei 2025 (41)
  • April 2025 (8)
  • Maret 2025 (41)
  • Februari 2025 (94)
  • Januari 2025 (30)
  • Desember 2024 (33)
  • November 2024 (32)
  • Oktober 2024 (47)

REKOMENDASI LINK TERBAIK

  • VIP Frans
  • Situs Full JP
  • Luxury Link
  • Sigapbet Main
  • Baru Playbet
  • Zona Bet
  • Untra Jackpot
  • Form Pengaduan

Mengenai Saya

ADMIN 01
Lihat profil lengkapku

REKOMENDASI SITUS BETTING TERBAIK

REKOMENDASI SITUS BETTING TERBAIK

Categories

  • Berita Bola 283
  • Berita Viral 57
  • bisnis 5
  • Fakta Dunia 87
  • Hiburan 43
  • Olahraga 442

Tags

  • Berita Bola
  • Berita Viral
  • Fakta Dunia
  • Hiburan
  • Olahraga
  • bisnis

perenungan mendalam, kritis, dan sistematis mengenai hakikat realitas, nilai

Copyright © BeritaIN - Sumber Berita Viral Terbaru Setiap Hari | Powered by Blogger
Design by Hardeep Asrani | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates